Fauzi Ananta

Official Website

Pages

Halo

Halo

Saturday, June 14, 2014

Dear, John Kerry..

Notice to the Press

Office of the Spokesperson
Washington, DC
June 12, 2014
Secretary of State John Kerry will host the “Our Ocean” Conference at the U.S. Department of State on June 16 and 17. The conference will bring together 350-400 participants from more than 80 nations, including government officials, scientists, and leading international institutions to review the state of the science and determine concrete actions that can be taken at all levels to help protect ocean ecosystems. The conference will focus on Sustainable Fishing, Marine Pollution, and Ocean Acidification.

------------------------------------------------

Itu merupakan sedikit rilis dari web United States yang menunjukan bahwa John Kerry, Sekertaris Negara, akan menjadi host dalam konferensi yang membahas tentang high seas, laut yang berada di luar teritorial sebuah negara. Banyak yang beranggapan tindakan yang dilakukan John Kerry merupakan hal yang mulia, tapi apakah kalian mengetahuinya? sebuah kebohongan dari ucapan yang sempat dikeluarkan?















-------------------------------------------------

Beberapa hari yang lalu, kami tahu tentang ucapan manismu. kami tahu anda dibesarkan di pantai dekat Massachusetts. Mengunduh gambar tentang betapa senangnya anda berlayar dan memancing, sekaligus menunjukan betapa takjubnya dirimu dengan keindahan laut. Kami luluh, seakan air mata terus jatuh. 
Anda seakan sangat kekeh untuk melindungi laut. ancaman yang menghantui, mulai dari oksidasi, sampai pengambilan ikan secara berlebih, semua anda laknatkan. Anda berkata tentang pentingnya lautan yang luas, sebagai pelangsung hidup semua jiwa, termasuk manusia. 
kami terjatuh, seakan anda benar-benar mengetahui kami, apa yang kami inginkan.
apa yang kami takutkan? apakah hanya takut tanpa alasan? tidak, kami hanya takut, semua ucapanmu adalah palsu, seperti pisau yang menodong dari belakang dan siap menusuk kami.
kami semua tahu, anda pun tahu. Semua yang kami butuhkan hanyalah komitmen anda.
Apa yang kami inginkan? kami bukanlah orang yang egois yang ingin semua dikabulkan...
tapi, kami hanya bisa memohon, sekaligus meminta, agar anda bisa menyelamatkan masa depan dari laut luas yang sudah sangat terancam.
Ribuan surat telah terbuat, kata yang tak kunjung tersirat, tapi kami tetap yakin anda mendengarkan suara hati kami. 
hati kecil kami tetap memercayai, anda merupakan orang yang tepat untuk melakukan hal tersebut, tepat saat konferensi "Our Ocean" tanggal 16 Juni. hear what the ocean desperately needs: a United Nations agreement to protect marine life on the high seas!

---------------------------------------------------

Please support Ocean Sanctuaries
Dear Secretary Kerry,
Thank you for expressing your love for the oceans and organizing the 'Our Ocean' conference. However, I'm not sure how committed you actually are to protecting all of our seas and the life within them.

I urge you to show your true commitment to our oceans and signal that the United States is ready to be a leader on ocean protection issues. 

Please champion the launch of a high seas biodiversity agreement in the United Nations General Assembly. With this agreement, ocean sanctuaries could shelter and protect the amazing myriad of marine life in international waters. 

Without such protection, our oceans remain defenseless to overfishing, increased pollution, and acidification.
Sincerely,
Fauzi Ananta
Yogyakarta, Indonesia
 --------

Referensi
- http://www.state.gov/r/pa/prs/ps/2014/06/227503.htm
- https://www.thunderclap.it/projects/12519?locale=en
- http://greenpeaceblogs.org/2014/06/10/dear-john-kerry-gonna-commit-high-seas-biodiversity/
- http://ourocean.info/
- https://secure3.convio.net/gpeace/site/Advocacy?cmd=display&page=UserAction&id=1627&s_src=openspace

Monday, May 19, 2014

Komunikasi UGM'13 Trip to Solo!

Senin, tanggal 12 Mei 2014. waktu menunjukkan tepat pukul 06.00, terdengar suara yang ramai dari lantai parkiran, basement. diriku bergegas turun dari motor, melihat ke arah jam tangan dan memastikan bahwa aku tidak telat. antusiasme yang dimiliki menuntunku untuk naik. kulihat matahari pagi bersinar terang, sama seperti senyum anak-anak Komunikasi '13, akrab disapa Composer, yang sangat senang sekali dengan Trip kali ini. Yeah, Holiday!
Menggunakan almamater tercinta, kami bergegas menuju bus. terik matahari tidak membuat kami malas, justru membuat kami makin bahagia. tiga bus berjejer dengan sangat rapih di Grha Sabha Pramana di bagian barat. kita, laki-laki yang terkesan malas dan anak bonbin sejati, sejatinya ingin berada dalam satu bus. apa daya, karena jejak kaki kami terlalu lambat, kita harus berpisah, dipisahkan oleh garis batas antar bus. aku berada di bus terakhir, bersama teman-temanku yang lain. bus pun lepas landas, we are on our way to Solo!
jam menunjukan tepat jam 10 pagi, kita sudah berada di Lokananta. waktu yang ditempuh 1 jam lebih menggunakan bus super besar dengan anak super berisik ini. ketidaksabaran jelas dirasakan semuanya. tanpa basa-basi, mereka semua langsung masuk, walaupun kami tahu bus pertama nyasar, ga peduli. yang penting masuk dulu. ngadem~
masuk ke ruangan yang sangat besar, terdapat beberapa dekorasi yang tidak mudah untuk dimengerti oleh orang awam, termasuk kami, apalagi saya. mereka disitu menjelaskan tentang sejarah Lokananta beserta segala tetekbengeknya, termasuk juga dengan fungsi dari dekorasi-dekorasi di dinding yang sepertinya sangat memiliki nilai artistik tinggi.
sejuk, penerangan cukup, suara yang halus. mengambil posisi paling belakang, beberapa anak mengetahui apa yang paling enak untuk dilakukan, Tidur!. tapi sayang sekali, kesempatan untuk tidur lelap tidak ada karena kami tetap menyadari betapa pentingnya menghargai orang yang sedang berbicara di depan *asik*
setelah pembicaraan yang sangat panjang tersebut, kami ingin lebih! baiklah, kita diantar ke beberapa ruangan yang katanya sih ilegal untuk orang asing, tapi karena kami mahasiswa pemegang peranan penting di masa depan, kami diizinkan untuk melihat-lihat. oke, baris ini sangat sangat tidak penting sekali.
merasa sedikit bosan dengan Lokananta, perut bergejolak. untung sekali semua mengetahui apa yang seharusnya dilakukan, makannnn! bergegas menuju bus, meyakinkan tidak ada yang tertinggal, packing barang-barang, mempersiapkan perut....Brace yourself, the food is cominggggg!!!!
Prasmanan dan gratis, hal yang tidak dapat dilupakan dari perjalanan ini. antrean panjang, ketahuan pada ga kuat nahan laper semua. temen-temen yang lewat terlihat sangat menyukai gunung, makanan numpuk udah kayak gunung. gak papa, prasmanan...
satu hal yang perlu disayangkan, di cuaca terik tengah hari ini, minuman yang disajikan adalah teh hangat, semakin menambah dahaga panas, tapi tetap terpuaskan kok dengan prasmanan....Prasmanan, Prasmanan Everywhere...
perut sudah siap kembali bertempur, amunisi penuh, bersiap menuju ke destinasi selanjutnya, Museum Pers! bus yang dingin, perut kenyang, menambah catatan tidur di Solo. catatan yang gatau harus masuk buku hitam apa enggak/ gak peduli, yang penting kenyang.
bangun, turun, takjub dengan bentukan dari museum pers. museum yang biasanya lawas, jadul, jelek, kusam, mau rubuh, dan menuju kepunahan sangat jauh dari museum pers. tampilan modern nan stylish seperti Candi Borobudur membuat kami ingin masuk, walau memang disuruh masuk....
baru masuk, suruh duduk. penerangan yang cukup, cuaca diluar hujan, suara yang halus, amunisi penuh, kalian tahu apa yang dilakukan, dan beberapa orang terdeteksi melakukannya dengan sangat baik, sembunyi-sembunyi macam gerilya, dan tidak ada yang tahu. hebat sekali kami.
terdiri dari 4 lantai, membuat semua pada antusias untuk mengecek dari ruangan ke ruangan, walau terdeteksi beberapa anak malas naik sampai ke lantai 4 dikarenakan badan masih sakit-sakit abis naik Merbabu, termasuk saya.....
majalah, koran, jurnal. mulai dari yang menarik sampai yang menjijikan semua ada disitu. dari yang lawas sampai paling anyar, semua juga ada disitu. cen apik tenan neng kene, perpustakaan anak komunikasi banget deh! semua ada!
tibalah di saat yang paling dimalesin, pulang. tugas menanti dan mengejar bagai seorang singa yang kelaparan, selasa kelabu bagai malam kegelapan juga sudah menanti esok hari. kami sangat benci sebuah perpisahan, terutama perpisahan yang ini. ketemu juga baru sehari, eh udah harus pisah, apa gak cepet banget tuh....
catatan perjalanan yang hanya dipenuhi dengan tidur dilengkapi dengan tidur terakhir di bus terakhir di tempat duduk terakhir (read: belakang). lelah, letih, lesu, lunglai, dan segala temannya terpuaskan dibayar oleh.... prasmanan. terima kasih, prasmanan..... *salah fokus*

Thursday, December 26, 2013

Deforestasi, Lakukan Terus Tanpa Henti

Beberapa saat yang lalu, aku menjadi panitia Dies Natalis Fisipol ke-58. aku termenung dan terdiam, bukan karena aku menjadi panitia, melainkan karena aku dihampiri oleh Mbak Ian, dan diberi tahu kalau aku baru saja memenangkan sebuah kaus yang diincar semua mahasiswa fisipol. Gotcha!
               

well, mungkin sebuah T-shirt biasa, but that motivate me, dude. yang mana dengan datangnya Mbak Rika sebagai perwakilan dari Greenpeace, semakin membuat dilema diriku, mau jadi jurnalis, aktivis, atau turun ke politik? 
others dont believe it, how can I win those prizes? but no problem, i like becoming underdog. Ini juga akan menjadi awal buatku, motivasi tersendiri buatku, what I want, I can get it. 
yeah, you know, I'm tired of being "anak bawang". this is what I want to show, but this is only the start, just wait some fuckin movement that I will make, and prepare urself to eat your own word, I'll be on top on a few next years. I promise.
well, ini essay yang saya buat, Enjoy!

         Hutan adalah suatu kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan berisi sumberdaya alam hayati yang didominasi jenis pepohonan dalam persekutuan dengan lingkungannya, yang satu dengan lainnya tidak dapat dipisahkan [1]. Well, dari definisi hutan saja kita sudah mengetahui seberapa pentingnya hutan, yang biasa disebut sebagai jantung dari bumi ini. Memang harus diakui, kalau hutan mempunyai banyak manfaat, mulai dari pengatur  iklim, penghasil oksigen, hidrologi, atau bahkan hal yang tak disadari sekalipun, sebagai biodiversity terbesar.
source : Greenpeace.or.id

                Apalagi di Indonesia, yang seharusnya tergolong negara sangat makmur. Bayangkan saja, hutan di Indonesia seluas 109 juta hektar (2003), dan Indonesia juga pemilik hutan tropis terbesar ketiga, setelah Brazil dan Kongo. Kekayaan berlimpah didalamnya, 38 ribu jenis tanaman, 515 jenis mamalia (terbanyak di seluruh dunia), 511 jenis reptil, dan 1.531 jenis burung[2], seharusnya semakin menegaskan kalau Indonesia adalah negara yang makmur.                
Namun, realitasnya? Luas hutan yang tinggal setengahnya dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir membalikkan semua fakta yang ada. Diperparah dengan fakta yang menunjukkan kalau dalam kurun waktu 2000-2005, Indonesia kehilangan hutan dengan kecepatan 364 Lapangan sepak bola/jam[3]. Apa iya yang begini masih dibilang makmur?
Apa sih penyebabnya? Sebuah pertanyaan wajar untuk negeri kita, Indonesia. deforestasi, atau biasa disebut penggundulan hutan, adalah penyebabnya. Deforestasi yang telah marak sejak 1970 memang semakin berkembang pesat. Sama seperti kemajuan teknologi yang semakin canggih dari zaman ke zaman. Dan sudah diperkirakan hutan Indonesia tersisa tinggal 28%[4]. Dan tinggal menunggu waktu saja untuk punah.
Every action has its own causes. Deforestry is not the exception. Penebangan liar, kebakaran hutan, konversi hutan, yang dilakukan oleh manusia menjadi penyebabnya. But let ‘em took all the trees, and do everything they wanted. Karena memang, It will cause some effects, seperti bertambahnya jenis populasi dan iklim yang mendukung.
Bertambahnya jenis populasi, well,I know you are confuse with that statement. But don’t judge it, because I haven’t finish it yet. Bertambahnya jenis populasi, hewan yang terancam punah. Yeah, that’s fuckin right, fellas? Yak, hewan-hewan di Indonesia memang terancam punah karena kegiatan deforestasi. Terutama harimau dan orang utan. Bahkan, eksistensi harimau di Sumatera patut dipertanyakan, karena hanya tersisa kisaran 400 ekor.
Tapi siapa sangka? Kalau mereka yang hampir punah punya manfaat? Yak, kepunahan mereka memang bermanfaat, untuk manusia. Terutama untuk penjual ilegal, yang mengambil manfaat dengan mahalnya kulit dari harimau. Atau pelaku illegal logging, yang tak mementingkan habitat dari hewan tersebut dan lebih mementingkan sisi materialisme. Atau suatu hal yang tidak kita sadari? Kalau kita (masyarakat) juga senang dengan kepunahan dari hewan tersebut. hal tersebut dibuktikan dengan kita yang menggunakan produk dengan semena-mena tanpa memperdulikan semua berasal dari sawit, yang notabene telah merusak hutan di Indonesia. atau kebodohan kita yang senang dengan habisnya harimau, sehingga tidak ada yang menyerang perkampungan lagi? Well, that’s just a people with dumb perspective. Karena kita tahu, untuk apa mereka ke perkampungan kalau kita tak merusak kampung mereka? So, who did it first? Yeah, I can speak it loudly, we are the creator of every problem.
Namun, patut digarisbawahi, penyebab terbesar deforestasi, yang memusnahkan fauna, adalah keberadaan perusahaan besar penyambung nafas Indonesia. kenapa demikian? Yak, tak bisa dipungkiri, Indonesia adalah pemilik potensi alam terbesar, dan sebagian besar berada di hutan. Dan untuk memuluskan cara tersebut, hanya ada satu cara, buka hutan tersebut. Is it dumb ways to live or to die?
Tak usah dibayangkan, perusahaan besar seperti AAP, raksasa Pulp dan kertas, telah mengkonsumsi 1.150 hektar hutan hanya tahun ini[5]! Dan itu jelas mengancam eksistensi harimau sumatera. That’s why I don’t ask you to imagine it, because it is a fact, and you can see it on youtube.
Source:Google.com + CS3
Atau kebodohan Bumitama yang mau dikangkangi oleh Wilmar, dan menghabiskan nyawa dari Indonesia hanya untuk perluasan sawit. Totally fail. Wilmar yang telah menghabiskan populasi harimau sumatera, dibantu dengan Bumitama, di Kalimantan Barat, yang menghabiskan populasi orang utan. Yeah, we know, oil palm can fix our economics side. But don’t you dare to think every effects that you made?

 Source : GreenPeace.or.id
Well, another effects that deforestry made. Iklim yang mendukung. Untuk siapa? Yak, cuaca yang ekstrem, memang menguntungkan. Untuk beberapa pihak. Petani misalnya, dengan cuaca panas, sawah mereka semakin hijau kan? Atau ibu rumah tangga, yang senang dengan cuaca panas, karena cucian cepat kering. But, I must say it once again, that’s only for people with dumb perspective.
Just look at the reality. Pohon ditumbangkan, menjadi gong mulainya cuaca ekstrem. Kekeringan melanda dimana-mana. Semua makhluk hidup jadi korbannya. Mulai dari flora, fauna, bahkan manusia sekalipun. Atau bencana lain, seperti banjir, yang disebabkan ketidakmampuan tanah melakukan absorbsi air yang datang dari langit, sehingga menyebabkan banjir. Atau bencana angin taifun yang melanda, seperti yang terjadi di Filipina akhir-akhir ini, taifun haiyan menyerang dan menghancurkan pulau Layte[6].
Pemerintah yang bergerak lamban dan dinilai kurang tegas, memang jadi masalah terbesar. Dibuktikan dengan gagalnya sidang iklim PBB di Qatar yang menyebabkan protes bergelombang dari berbagai pihak, tak terkecuali GreenPeace. Dan juga pemerintah yang dinilai kurang tegas dalam menghukum pelaku deforestasi, dan cenderung mendukung mereka, karena memberi profit besar dalam keuangan mereka.
But what can we do? Are we just sit and talk each other like nothing happen? Well, it’s your decision. Kita bisa berkampanye, bahkan dari hal kecil sekalipun. Media sosial misalnya, efektifkan penggunaan media sosial, seperti Facebook, Twitter, Path, masa iya dipake hanya untuk update kayak ababil baru megang teknologi? Why don’t use it for better options? Seperti kritisi kebijakan mereka, dan membuat mereka selalu tertekan. simple, but totally useful. Bukan omong kosong, Unilever yang selalu tertekan mulai mengikuti kebijakan Nestle, deforestasi nol, yang menunjukkan kalau mereka tidak akan menghancurkan hutan.

Source : GreenPeace.or.id
Or you can do some unforgetable moment, to get another awareness. Well, this is what GreenPeace always did. Kasus Wilmar misalnya, mereka membentang karpet bercorak harimau sembari merobeknya. Bentuk protes ke Wilmar yang terus merusak habitat mereka tanpa ampun. Atau aksi menutup mulut dengan perekat sebagai bentuk protes terhadap ditahannya salah satu aktivis GreenPeace di Rusia, beberapa waktu lalu.
But there is the most important point. kerja sama dari lembaga juga dibutuhkan. Masa iya aktivis yang mengkritisi kebijakan pemerintah Rusia yang mengebor es Arktik, malah ditangkap. Walau sempat mendapat kecaman dari Ban Ki-Moon, tetap saja, hal tersebut memang jauh dari peri kemanusiaan.
Yeah, you must realize it, you must act. We need your voices, GreenPeace need your voice, and I promise I’ll be there to be their voice in a few next year. See ya, Mbak Rika!

Source : www.google.com



[1] UU RI No. 41 th. 1999 tentang kehutanan
[2] WWF Indonesia
[3] WWF Indonesia
[4] WWF Indonesia
[5] GreenPeace
[6] GreenPeace

Tuesday, November 19, 2013

FJB, Forum Sampah Penuh Peminat


                Beralamat di www.kaskus.com , kaskus yang didirikan oleh salah satu wirausahawan muda, Andrew Darwis, memang menjadi situs favorit hampir seluruh remaja Indonesia. dan hal tersebut dapat dibuktikan dengan jumlah member yang mencapai 4 juta jiwa, yang menobatkan kaskus menjadi komunitas dengan member terbanyak se-Indonesia. dengan jumlah member sebanyak itu, mungkin banyak yang terheran-heran kenapa ngaskus menjadi kegemaran setiap remaja. Yak, tak lain tak bukan karena beberapa kunci didalamnya.
Saat pertama kali membuka kaskus, pasti langsung melihat yang namanya hot thread. Dan hot thread selalu up to date setiap harinya, sehingga para pemain kaskus, atau biasa disebut kaskuser, bisa keep in touch dengan segala hal yang terkenal tabu dan baru. Selain hot thread, keberadaan forum-forum didalamnya tentu memegang peranan vital yang bisa mendongkrak populasi kaskuser. Mulai dari the lounge, forum jual beli (FJB), berita, dan masih banyak lagi. Membuat para kaskuser betah duduk didepan layar monitor hanya untuk mantengin semua forum kaskus. Salah satu forum kaskus, memang menjadi sorotan, karena keberadaanya dinilai khalayak memiliki berbagai dampak. Dan forum tersebut adalah FJB.
Forum jual beli, atau akrab disapa agan dan aganwati FJB, menjadi suatu forum yang sering dikunjungi oleh kaskuser pada umumnya. Yang kaskuser lakukan disana adalah sesuai nama forum tersebut, jual beli. Memang, sudah ada situs kenamaan yang bersaing dengan FJB kaskus ini, seperti Berniaga atau tokobagus. Tapi, FJB kaskus selalu menjadi pilihan pertama karena memang lebih unggul, baik dari tampilan yang lebih menarik, atau sistem penjualan yang cenderung lebih mudah.
Harus diakui, kaskus memang menjadi lebih terpercaya dengan beberapa item didalamnya, yang lebih mengedepankan reputasi dan testimoni. Reputasi misalnya, kaskus memiliki sesuatu yang “unik” karena mereka lebih out of the box dengan cendol dan batanya. Jika cendol identik dengan penjual yang terpercaya, dan bata dengan penipu. Itu memang sudah menjadi stigma berkelanjutan, yang sebenarnya pemilik bata juga belum tentu penipu, karena mungkin saja mereka menjadi anti-mainstream dengan jadi collector bata. Aneh bukan, tapi sudah sering ditemui di FJB kaskus.
Testimoni di kaskus juga memudahkan pembeli menjadi lebih selektif dalam memilih penjual. Dengan adanya testimoni, tentu kita bisa melihat persepsi dari berbagai kalangan, dan memudahkan kita memilih mana yang lebih baik. Tampilan juga menjadi sesuatu yang ditonjolkan oleh kaskus. Tampilan di kaskus yang lebih simple dan menarik, menarik minat kaskuser untuk mencarinya. Thread juga bisa diatur sedemikian rupa sehingga bisa menarik minat pembeli.
Namun, hanya Tuhan-lah yang sempurna. FJB kaskus juga penuh kekurangan. Penggunaan reputasi yang membuat kaskus terdepan, justru bisa menjadi senjata makan tuan. Reputasi yang bisa diperjualbelikan membuat konsumen bisa tertipu dengan jumlah cendol atau bata yang dimiliki seller. Bahkan penjual menjadi lebih kreatif dengan mengirim Private message (PM) ke kaskuser lainnya seperti ini.
Barcen (red: barter cendol) yuk!”
Atau dihiasi dengan penggunaan kata-kata kasar.
Barcen yuk, cuk!”
Memang terdapat sedikit perbedaan dengan penambahan sedikit kata “cuk” didalamnya. Namun bagaimana jika agan (red:juragan) tersebut sakit hati? Mungkin akan terjadi seperti ini.
“Asu ente, minta aja sama agan yang lain dah.” Ucap agan 2 dengan nada sedikit meninggi
Dan berlanjut seperti ini.
You mad bro?!” ucap agan 1 sembari lempar bata
Dan agan tersebut yang sudah dilempar bata, yang merusak reputasinya, melempar balik bata ke agan yang memiliki cendol hingga 10 bar. Dan karena bata setitik, rusak cendol sebelangga. Reputasi yang sudah didirikan dengan susah payah hancur sekejap saja. Sama seperti kala kita udah bribik, tiba-tiba pas nembak ditolak. Sakit.
Kejadian tersebut memang sudah lumrah dalam dunia perkaskusan. Memang tak hanya reputasi yang menjadi senjata makan tuan, testimoni pun mengalami hal serupa. Keberadaan bot dan junker yang bisa memberi testimoni palsu menjadi bumerang bagi pembeli yang sudah kadung percaya dengan penjual yang ternyata penipu belaka.
Atau keberadaan picture didalam lapak yang bisa menipu.
“beli ini dong, gambarnya bagus nih gan.” Ucap buyer sembari siap membelinya
“oke gan, ente transfer ya ke blablabla.” Seller menjawab dengan senang hati
Saat barang sampe, ternyata tak sesuai ekspektasi
“asu! Seller macem apa? Masa gambar yang di lapak nipu banget! Gak sesuai sama yang dibeli!
Pokoknya ane minta uang balik” keluh buyer.
“coba baca peraturan gan, barang yang sudah dibeli tak dapat dikembalikan.” Seller menjawab dengan tenang.
“!?@#$%^!@#@!” dengan nada penuh emosi buyer membalas.  

Harus diakui FJB kaskus memang menjadi tempat singgah terbesar se-Indonesia. dan hal tersebut dibuktikan dengan slogan kaskus, The Largest Indonesia Community. Namun, tak ada gading yang tak retak. Kepercayaan dari pembeli yang sudah dibangun memang terkadang bisa menjadi bumerang untuk mereka yang bisa tertipu. Dan sebagai pembeli, kita memang dituntut untuk bisa selektif terhadap apapun itu dan tidak terlalu tergesa-gesa dengan apa yang kita inginkan.

Tanah Surga, Katanya.

Tanah Surga Katanya
Sutradara
Herwin Novianto
Produser
Deddy Mizwar
Pemeran
Osa Aji Santoso (Salman)
Fuad Idris (Hasyim)
Ence Bagus (Haris)
Astri Nurdin (Astuti)
Tissa Biani Azzahra (Salina)
Ringgo Agus Rahman (Anwar)
Tanggal Rilis
15 Agustus 2012

Mungkin beberapa dari kalian sudah mendengar film dari Indonesia seperti Batas (2011) atau Tanah Air Beta (2010), Tanah Surga Katanya juga memiliki tema yang serupa, nasionalisme. Memang sedikit ada perbedaan antara Tanah Surga Katanya dan kedua film tersebut. Tanah Surga Katanya lebih memiliki kritik yang tajam terhadap pemimpin negeri ini.
Semua berawal dari seorang mantan revolusioner prajurit konfrontasi Malaysia, Hasyim (Fuad Idris), yang mempunyai anak bernama Haris (Ence Bagus), dan mempunyai dua cucu, Salman (Osa Aji Santoso) dan Salina (Tissa Biani Azzahra). Hasyim, yang merupakan mantan prajurit Indonesia, sedang diuji nasionalismenya oleh anaknya, Haris, ketika Haris meminta ayahnya (Hasyim) dan kedua anaknya (Salman dan Salina) agar pergi ke negeri sebelah yang lebih makmur, Malaysia.
Mereka yang tinggal diantara perbatasan Indonesia dan Malaysia memang tertekan, karena hidup yang tidak kunjung sejahtera, dan membuat Haris, yang bekerja di Malaysia, lebih memilih pindah karena makmurnya Malaysia dan alasannya yang telah mendapatkan istri disana. Keputusan Haris membuat Hasyim, yang sakit jantung, tercengang, dan tetap tidak bisa menerima kalau dia harus pindah ke negeri seberang. Saat Haris siap pergi bersama kedua anaknya, Hasyim membulatkan tekad agar menetap disana. Keputusan Hasyim membuat Salman ikut kakeknya tersebut dan Salina ikut ayahnya pergi ke negeri seberang.
Tak hanya menguji nasionalisme Hasyim, Salman juga tergoda dengan negeri seberang yang lebih makmur. Dan parahnya, Salman melihat bendera pusaka, Sang Saka Merah Putih, dijadikan alas berjualan oleh salah satu penjual di Malaysia. Dan pada akhirnya Salman menukar bendera tersebut dengan sarung yang dibelinya, dan mengibarkan bendera Merah Putih dengan gagah ditiup angin.
Tak hanya berpusat pada nasionalisme, cinta juga gak bisa luput dari pandangan. Dan ditekankan pada Anwar (Ringgo Agus Rahman) dan Astuti (Astri Nurdin). Anwar yang saat itu ditugaskan untuk menggantikan dokter yang sudah almarhum disana, langsung bertemu dengan Astuti. Dan mulai timbulah benih-benih cinta diantara mereka berdua. Dan sikap Anwar yang sering menggombal ke Astuti semakin menambah manis hubungan tersebut.
Perawakan Anwar yang humoris membuat film ini juga gak bisa lepas dari yang namanya komedi. Ada beberapa adegan yang menonjolkan unsur komedi yang membuat penonton tertawa. Saat Anwar berniat dijodohkan dengan anak dari orang yang telah ia obati, dan anak tersebut sangat jelek, yang membuat Anwar terbirit-birit. Atau adegan saat Anwar mengajar di sekolah dan kakinya masuk ke lubang yang sama dimana ia berpijak, dan membuat semua anak tertawa terbahak-bahak.
Walau banyak sisi yang dibahas, film ini gak bisa luput dari inti awalnya, kritikan. Film yang menyinggung pemerintah ini semakin dipertegas dengan Salman yang saat itu membaca puisi kolam susu sembari mengkritik pejabat Indonesia yang dianggap hanya mementingkan diri mereka sendiri. Tak hanya itu, sistem pendidikan Indonesia juga dikritik dengan manis. Yaitu dengan seorang guru yang memajukan daerah tersebut seorang diri. Bahkan dengan fasilitas minim.

Overall, film Tanah Surga Katanya memang berhasil memadukan berbagai aspek menjadi satu sehingga mendukung film tersebut. ditambah dengan peran sempurna yang ditampilkan para pemerannya semakin membuat film ini semakin bagus dalam hasil jadinya. Tapi, film ini dirasa kurang istimewa karena akhirnya yang masih menggantung. Dan penyampaian film yang kurang mengena karena terlalu bertele-tele. Tapi untuk film seperti ini, rate cukup baik patut diberikan kepada semua jajaran sebagai bentuk apresiasi karena telah membungkus film ini dengan sedemikian rupa.

Sunday, October 20, 2013

Menggugat Pers dan Negara


Amir Effendi Siregar
Tanggal 11 Februari, peringatan Hari Pers Nasional di Manado, ketua Umum PWI, Bung Margiono, mempermasalahkan Independensi pers. Dan dua hari sebelumnya, Menteri Tifatul Sembiring juga mempersoalkan masalah yang sama. Dan di lain tempat, Presiden SBY meminta kepada pemilik manajemen media, agar memberi ruang dan relative adil kepada semua perserta pemilu. Agar tidak menimbulkan cekcok antarpihak. Apalagi tahun depan, 2014 merupakan tahun politik. Namun, gugatan hanya kepada media? Bagaimana dengan Negara yang merupakan regulator media?
Elitisme dan Sentralisasi
                Ke-elitis-an media Indonesia dibuktikan dengan isinya yang seragam, dan kepemilikannya yang masih terkonsentrasi. Bahkan, sangat jauh dari standar UNESCO, 1:10 antara surat kabar dan penduduk. Yang sangat jauh dibandingkan Negara maju, seperti Jepang dan AS. Dan parahnya, meskipun banyak yang menggunakan internet, Penetrasi ke internet tegolong minim, baru 24%. Dibandingkan Negara maju sudah mencapai 70%. Televise swasta yang dipenuhi ekspektasi juga baru 78% dan 67% baru mencapai penduduk Indonesia, TVRI sekalipun, tidak mampu melebihi ekspektasi. Namun, ada yang bisa dibanggakan, keberadaan radio yang memliki jangkauan paling luas diantara media yang lainnya.
Menggugat Regulator
                Regulasi media yang dibagi menjadi dua, tak mungkin tak ada kecacatan. Pertama, Media tanpa frekuensi. Seperti Majalah dan media cetak lainnya. Keberadaan dewan pers yang bertugas menjaga kemerdekaan pers, masih perlu ditingkatkan. Banyak pihak yang kurang puas dengan penyelesaian sengketa. Terkesan dewan pers pihak yang damai. Kedua, media yang menggunakan frekuensi, seperti Radio dan Televisi. Pengaturan yang ketat dan izin dibatasi membuat isi terkadang monoton. Jika sebuah kesalahan dari media cetak, tidak bisa diberikan sangsi hokum, berbanding terbalik dengan media elektronik.
                MK mengutip , seseorang atau badan hokum tak boleh mimiliki lebih dari dua stasiun televise di dua provinsi berbeda. Dan mengakibatkan seseorang memiliki lebih dari satu di satu provinsi. Peran regulator dan penegakan hokum harus ditingkatkan. Atau kapital akan menguasai segalanya.
Kompas, 18 April 2013

Thursday, October 10, 2013

Biasa diantara luar biasa

Fisipol. Tempatku bernaung empat tahun kedepan. Kampus yang penuh kedamaian, megah, dan dipenuhi cinta. Gedung yang tergolong baru, ditambah dengan pohon yang rindang, dan sejuk. Banyak orang yang berlalu-lalangpun mempunyai satu pendapat, nyaman. Faktor lain yang mendukung pun termasuk hal yang penting. Yang semakin mendukung mahasiswa all-out dalam hal apapun. Manajemen pun tak pernah luput akan hal tersebut.
                Terdiri dari enam gedung, dengan fasilitas yang memadai. Di tengah terhampar luas lapangan san siro, karena lapangannya berbentuk kotak-kotak, sehingga disebut San Siro. Lima lantai gedung tak membuat semua “gempor” karena adanya Lift lengkap dengan Braille untuk membantu orang yang punya kekurangan. Fasilitas wi-fi yang kebut, cocok untuk surfing dan download film. Tap sayang, sinyal terkadang menjadi kendala. Tapi kami maklum, karena dengan gedung seperti ini, wajar saja kalau sinyal susah didapat. Dan ada satu hal yang fakultas lain tak punya, Basement. Dengan basis gedung tinggi, diracik dengan Basement yang apik, definisi Hotel mungkin makin melekat di Fisipol. Ruangan yang dingin dan kursi yang seempuk “sofa” membuat para Mahasiswa terlena dengan segala yang ada.
                Tak hanya mendukung di bidang akademik, pengalaman dan soft skill pun bukan hal yang sulit dicari disini dan semua berbasis dari dewan mahasiswa, atau biasa disebut Osis zaman SMA. Tempat organisasi yang cocok dengan orang yang gak seneng ada waktu luang. Gak cuman organisasi, macam Dema, Komako, atau yang lainnya. Hobby pun bisa tersalurkan. Naik Gunung misalnya. Eksistensi Setrajana yang dibalut apik dengan latar belakang organisasi yang kuat, membuat Setrajan gak kalah dengan Mapagama. Atau kecintaan terhadap negeri luar yang bisa disalurkan ke Scanity, khusus Scandinavia, atau Cears, khusus Asia Timur dan masih banyak lagi. Dan kalau pengikut setia ajaran Nabi Muhammad bisa ngikut Jemaah Muslim Fisipol (JMF). Dan ada juga ada khusus agama lain , seperti PMK dan KMK.

                Fisipol. Kampus tempatnya enam jurusan bernaung. Mulai dari Komunikasi, HI, Sosiologi, PSDK, JPP, dan MKP. Memang terkadang berbeda pendapat dan sering Clash antar jurusan satu dan lainnya. Dan juga gak bisa dipungkiri terdapat Tembok “gengsi” yang menjulang tinggi antar jurusan. Tapi kami yakin, kami adalah satu. Dan berbasis satu nama, Sosial dan Politik. Saya, Fauzi Ananta. Memang orang biasa diantara luar biasa. Tapi saya yakin, saya akan menjadi sangat luar biasa kedepannya. FISIPOL BERSATU!? TAK BISA DIKALAHKAN!